Bowling at Flamingo
what a tiring week and days..

after i came back from Yogyakarta last weekend, i need to rush to work on Monday. The following three days, i went for a training at Kelana Jaya..and on Friday? I went for a Bowling tournament at Flamingo Ampang. The reason i joined this tournament is to get to know the staffs of my department better since my workstation is not at KLCC..
yes, the objective achieved and i got to know few new staffs and also to meet my seniors back to UTP then. The tournament was fun and enjoyable.

after almost 4 months i didn't play the game, i managed to get 3rd place out of 5.orite la kan? ha3..and my team also got the same place and 2 of my team members manage to represent our department to the division tournament. Gud luck guys and have fun..

my first KISS
if you have any emergency, im here, ready to give my hands!! ha3..

yes, last three days i went for a training that one of the course was required me to do the CPR. It looks like a simple thing but when i tried it by myself, its harder than i assumed before. Hu3..

first: who want to give a damn kiss to a model?
second: how to push the chest properly?
third: why the chest was static even i blow the air into his mouth?

the basic is very simple, blow the air 2 times, push the chest 30 times, repeat the steps for 5 cycles and do it in two minutes. in the mean while, call the ambulance. simple right? but do it by yourself will make you tired and fade up.

now i really appreciate the doctor out there. They did a really tough job of saving other lives.. peace no war~ =P

Cintaku Tertinggal Di Yogyakarta
Mungkin ini yang pertama dan bukan yang terakhir....

Di suatu mlm yang indah, ditemani gerimis halus membasahi Swift 5887, tanpa paluan kompang dan rebana, empat sekawan meluncur laju menuju ke teratak ilmu nun jauh di tronoh, Perak. Walau pelbagai rintangan dan dugaan yang dialami di siang hari (mcm xleh cuti ngn bos, keje belambak, jalan jam etc), empat sekawan tetap tersenyum manis girang ketawa sambil menanam tekad di hati masing-masing untuk meneruskan pelayaran yang sudah hampir lima purnama ditinggalkan dengan cemerlang dan jayanya. Doa dipohon agar pelayaran dapat diteruskan tanpa gangguan dari anasir luar yang menyimpan dendam dan iri hati.

Masih segar dalam ingatan empat sekawan, sebermula dengan satu persidangan yang ringkas, kerawitan ini tekad untuk melayari lautan api yang mungkin bisa menenggelami bahtera ini. Begitu payah sekali bahtera ini sukar dibina. Dengan badai yang menimpa-nimpa (mcm Ibu Sani x reply email, postpond tarikh, sponsor x cukup and etc) namun, kerawitan ini tidak mudah putus harapan. Dengan kebijaksanaan dan ketokohan yang hebat, seorang pemuda gagah dan tanggungjawab, telah menjadi nakhoda dan mengemudi pelayaran ini (credit to En. Mad). Sang nakhoda dimakhotakan dan diberi sepersalinan lengkap nakhoda gagah.

Sauh ditarik, kemudi diputar dan layar dinaikkan. Sang nakhoda mula mengarahkan para kerawitan meneruskan pelayaran. Bahtera mula membelah lautan meredah ombak samudera menuju ke Pulau Jawa yang memetakan Yogyakarta dalam peta dunia. Setiap ahli kerawitan mula menjalankan tanggungjawab memainkan alunan muzik yang bisa membuatkan hati-hati para penduduk sekitar terpegun dan terkesima. Tekad di hati masih satu, melahirkan yang terbaik untuk tatapan warga teratak ilmu yang disayangi juga negara yang tercinta.

Samudera yang luas mula diselami untuk mencari harta-harta karun dan khazanah berharga yang tersembunyi jauh di dasarnya. Borobodur juga dilawati agar tidak menyesali di kemudian hari. Kraton yang mungkin tidak pernah diketahui kewujudan nya juga disinggahi. Syukur, teman-teman dari dunia berbeda sungguh bermurah hati membuka pintu Malioboro buat kerawitan ini yang sungguh menagih kan harta-harta di sana. Kerawitan mengorak langkah pantas dan bertenaga mencari pelbagai sumber berkenaan Yogyakarta untuk dijadikan kenang-kenangan mungkin pahatan di hari mendatang. (Credit to Syazwan, Zul, Aisyah, Rupa, Re'an, Ain, Marzuki, Kecik, Amru, Faris and etc). Teman-teman semua sudah terpahat di dalam hati empat sekawan khususnya.


Para kerawitan yang diamanahkan tetap sedia dengan pengetuk di tangan, mengalunkan lagu, membunyikan irama, membetuk satu rasa yang bisa meninggalkan kesan hingga ke lubuk sanubari. Rasa gementar dilempar jauh, rasa penat dilontar ketepi.



Langit tidak selalunya cerah, air ada pasang surut nya. Namun, malam itu tetap meriah. Bukan hanya kerana kerawitan ini sahaja, namun teman-teman dari Gadja Madha terus membuatkan hati ini jatuh cinta dengan Yogyakarta. Begitu juga dengan teman-teman dari Atmajaya.
Betapa hati ini meronta mahukan ingatan ini tidak luntur ditelan badai, tidak kering disambar kemarau berpanjangan.

Namun, bahtera ini harus meneruskan pelayaran pulang membawa harta-harta juga ilmu-ilmu yang bisa diturunkan kepada kerawitan seterusnya. Setelah berhempas pulas tenaga mengharungi lautan ini, akhirnya apa yang dihajati terlaksana. Sauh dilabuhkan, dan layar diturunkan. Para kerawitan harus meneruskan urusan-urusan yang sudah ditinggalkan selama lima siang yang mungkin tidak dapat digantikan dengan apa jua ingatan. Cuma, coretan potret dari kotak-kotak lensa bisa menyimpan memori ini untuk di kongsi bersama teman-teman yang lain. Sesungguhnya, Cintaku Tertinggal Di Yogyakarta.

p/s: do check this website for detail
http://melayuonline.com/news/?a=b05Ucy91UGlaM1ZBY2E%3D=
Raya Sakan!!!
Why I like this Raya so much!!!

At first, my family planned to celebrate this Raya in KL. So, not much preparation we had here. But then, everyone of us were complaining about this raya and eager to go back to our hometown -Dungun. its last minute decision. So, the North-South Highway got additional 2 more cars and increased their income for toll fees. He3. We arrived there the night before Raya. Because there was no baju raya for this time, i had to borrow my mom's jubah for 1st day of raya. ha3. it was my 1st time wearing the jubah. and the funny thing was the kids were scarred of us because the way we dressed up..


mcm taliban kn?

hu3..but Raya is not over yet eventhough we came back to KL.
A week after that, i had a convoy Raya that really made me crazy. i managed to go to 6 houses in a day. There were 32 of us convoy by 8 cars from Ampang to Bangi..This Raya was a blast!! It was a chance for us to meet each other after 4 months having our internship program which was scattered us miles away...
umah telok...

umah majinomoto

umah pojan...

the climax....

umah kenny..

umah awin..

umah lisa..
the best raya ever..len kali buat lagi yer...~

p/s: ramadhan i lost about 3 kgs and this raye i gained 3 more kgs. 3-3= 0 = no efffect